
Kuningan – Kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan sekadar kesiapan ketika musibah terjadi, tetapi merupakan komitmen yang dibangun sejak dini melalui kepedulian, koordinasi, dan kebersamaan. Semangat tersebut ditunjukkan Polsek Lebakwangi Polres Kuningan bersama unsur lintas sektoral dalam menghadapi potensi bencana pada musim kemarau 2026.
Komitmen itu diwujudkan melalui Apel Siaga Bencana yang dilaksanakan pada Jumat, 4 September 2026, pukul 13.00 WIB hingga selesai, bertempat di halaman Kantor Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan.
Kegiatan dihadiri Camat Maleber H. Diding Wahyudin, M.Si., beserta staf Kecamatan Maleber, Danramil 1512/Lebakwangi Kapten Arh. Waris Hartoko beserta anggota, Plt. Kapolsek Lebakwangi IPTU Kus Hermawan beserta anggota, perwakilan kepala desa kawasan hutan wilayah Kecamatan Maleber, serta perwakilan elemen masyarakat wilayah hutan Kecamatan Maleber.
Apel tersebut menjadi momentum untuk mengecek kesiapan personel sekaligus menyatukan langkah seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana. Sinergi lintas sektoral diperlukan agar setiap ancaman dapat diantisipasi sedini mungkin dan setiap kejadian dapat direspons secara cepat serta terkoordinasi.
Dalam arahannya yang disampaikan melalui Plt. Kapolsek Lebakwangi IPTU Kus Hermawan, Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tiga potensi bencana utama selama musim kemarau.
Potensi tersebut meliputi kekeringan dan krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta gagal panen yang berpotensi menimbulkan kerawanan pangan.
“Pencegahan harus menjadi langkah pertama. Jangan menunggu bencana terjadi. Kenali potensi kerawanan, tingkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dan perkuat komunikasi antarpihak,” ujar IPTU Kus Hermawan.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di kawasan hutan dan lahan yang kering. Kepedulian sederhana tersebut dapat menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas.
Di lapangan, koordinasi antara pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, relawan tanggap bencana, dan masyarakat juga terus diperkuat. Seluruh unsur diharapkan mampu menjadi mata dan telinga dalam mendeteksi setiap potensi kerawanan di lingkungan masing-masing.
Apabila terjadi bencana maupun ditemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana, laporan harus disampaikan secara cepat, tepat, dan berjenjang, sehingga langkah penanganan dapat segera dikoordinasikan dan dilaksanakan sesuai situasi.
Bagi Polsek Lebakwangi, kesiapsiagaan adalah bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran aparat bukan hanya saat keadaan darurat, tetapi juga melalui upaya pencegahan dan membangun kesadaran bersama agar masyarakat semakin tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana.
Apel Siaga Bencana ini menjadi simbol bahwa semangat kemanusiaan harus terus menyala dalam setiap keadaan.
Siaga setiap saat, tanggap setiap waktu. Karena keselamatan masyarakat adalah napas panjang yang harus dijaga bersama—dengan kepedulian, sinergi, dan kesiapan tanpa mengenal batas waktu.

