KUNINGAN – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026, Polsek Cilimus bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cilimus menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kecamatan Cilimus yang digelar di Pondok Pesantren Terpadu Al Multazam 2, Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.45 WIB hingga 08.40 WIB tersebut berjalan dengan khidmat, tertib, dan penuh semangat kebangsaan. Kehadiran unsur kepolisian, pemerintah kecamatan, tenaga pendidik, pengelola pesantren, serta para santri menjadi wujud nyata kebersamaan dalam memperingati momentum bersejarah yang memiliki makna penting bagi kehidupan beragama dan berbangsa. Peringatan ini sekaligus menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan semangat persaudaraan, serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga persatuan dan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, serta kondusif di wilayah Kecamatan Cilimus.
Upacara tersebut dihadiri Camat Cilimus Ade Bunyamin, M.Si., Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, S.H., Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Cilimus, Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Cilimus, para kepala UPTD, personel Polsek Cilimus, para kepala desa se-Kecamatan Cilimus, serta keluarga besar Pondok Pesantren Al Multazam 2 dan SMAIT Al Multazam 2 Linggajati. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun hubungan kelembagaan yang harmonis antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, dan lingkungan pesantren. Kolaborasi ini memiliki peran penting dalam mendukung pembinaan generasi muda, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kerukunan dan ketertiban di tengah masyarakat. Melalui kegiatan yang melibatkan berbagai elemen tersebut, komunikasi dan koordinasi antarinstansi diharapkan semakin erat sehingga berbagai program pembinaan masyarakat, pendidikan karakter, dan pemeliharaan kamtibmas dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.
Rangkaian upacara Hari Santri Nasional dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Ikrar Santri, serta Resolusi Jihad. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian amanat pembina upacara, menyanyikan lagu Syubbanul Wathan dan lagu santri, serta diakhiri dengan pembacaan doa. Seluruh rangkaian tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara nilai religiusitas, nasionalisme, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Bagi para santri, momentum ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat pemahaman mengenai perjuangan para pendahulu serta peran generasi muda dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semangat keagamaan yang berpadu dengan kecintaan terhadap Tanah Air diharapkan mampu membentuk pribadi yang berintegritas, berakhlak mulia, memiliki wawasan luas, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan bangsa.
Hari Santri Nasional memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Kontribusi kalangan pesantren dalam membangun semangat perjuangan, menumbuhkan kesadaran kebangsaan, dan menjaga persatuan merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa yang patut dikenang dan diteladani. Nilai keberanian, keikhlasan, pengabdian, serta kecintaan terhadap Tanah Air yang diwariskan para pendahulu hendaknya terus diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat masa kini. Di tengah perkembangan zaman dan tantangan global yang semakin kompleks, para santri diharapkan mampu meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, penguatan akhlak, serta pengembangan keterampilan tanpa meninggalkan identitas dan nilai luhur pesantren. Dengan demikian, peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong lahirnya generasi muda yang produktif, mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah maupun bangsa Indonesia.
Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggera Pratama, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, S.H., menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam peringatan Hari Santri Nasional merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan, pendidikan karakter, dan penguatan nilai kebangsaan di lingkungan pesantren. Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, hubungan kemitraan antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, pengasuh pondok pesantren, dan tenaga pendidik perlu terus dipelihara melalui komunikasi yang terbuka, koordinasi yang baik, serta kerja sama yang berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis sekaligus memperkuat upaya bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Cilimus. Kehadiran Polri di tengah kegiatan masyarakat juga menjadi bagian dari pendekatan humanis untuk membangun kepercayaan, mempererat silaturahmi, dan mendorong terciptanya hubungan yang semakin dekat antara aparat keamanan dengan seluruh lapisan masyarakat.
Kapolsek Cilimus juga menegaskan bahwa terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat, bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian semata. Dukungan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga pendidik, pemuda, dan lingkungan pesantren sangat diperlukan untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban. Dalam hal ini, pesantren memiliki posisi strategis sebagai mitra kepolisian dalam menanamkan nilai kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, toleransi, serta kepedulian terhadap sesama. Melalui pendekatan yang humanis, dialogis, dan mengedepankan musyawarah, Polri terus berupaya membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat agar potensi gangguan keamanan dapat diketahui dan diantisipasi sejak dini. Apabila ditemukan persoalan sosial yang berpotensi menimbulkan keresahan, koordinasi dengan aparat setempat diharapkan dapat dilakukan secara tepat dan proporsional sehingga penyelesaiannya mengedepankan langkah persuasif, penghormatan terhadap ketentuan hukum, serta kepentingan bersama demi terpeliharanya suasana yang aman dan nyaman.
Momentum Hari Santri Nasional Tahun 2026 juga menjadi dorongan bagi generasi muda, khususnya para santri, untuk terus mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan masa depan dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, serta karakter yang kuat. Pendidikan pesantren tidak hanya memberikan pemahaman mendalam mengenai ilmu agama, tetapi juga menanamkan nilai kejujuran, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut merupakan modal penting dalam menghadapi dinamika kehidupan yang semakin beragam dan penuh tantangan. Para santri diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, serta membangun budaya saling menghargai di tengah perbedaan latar belakang sosial, budaya, dan pandangan. Dengan landasan moral yang kokoh dan wawasan kebangsaan yang baik, generasi santri diharapkan dapat mengambil bagian dalam pembangunan daerah, berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan, serta menjadi pelopor berbagai kegiatan positif di lingkungan masing-masing. Semangat belajar, pengabdian, dan kepedulian sosial perlu terus ditumbuhkan agar nilai-nilai luhur pesantren dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Selain memperkuat kemitraan antara Polri dan lingkungan pesantren, peringatan Hari Santri Nasional juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan arus komunikasi digital. Kemudahan memperoleh serta menyebarkan informasi perlu diimbangi dengan sikap bijaksana, kritis, dan bertanggung jawab agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi, provokasi, maupun informasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Tokoh agama, pengasuh pesantren, dan tenaga pendidik dapat berperan aktif dalam membangun budaya literasi digital, menanamkan etika berkomunikasi, serta mengajarkan pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Masyarakat juga diharapkan mampu menyikapi perbedaan pendapat secara dewasa, menghindari ujaran yang dapat memecah belah persaudaraan, dan mengedepankan dialog yang santun dalam menyelesaikan persoalan. Dengan pemanfaatan teknologi secara positif, lingkungan pesantren dan masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menyebarkan pesan perdamaian, memperluas wawasan, memperkuat nilai toleransi, serta menjaga ketahanan sosial di tengah perkembangan zaman.
Polsek Cilimus turut mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik bersama aparat setempat. Partisipasi aktif warga menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan situasi yang aman dan tertib, baik di kawasan permukiman, lembaga pendidikan, tempat ibadah, maupun fasilitas umum. Kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui kebiasaan menjaga hubungan baik antartetangga, menghormati perbedaan, menaati peraturan yang berlaku, serta menyelesaikan persoalan melalui musyawarah dan cara-cara yang tidak menimbulkan konflik. Apabila masyarakat mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas, warga diharapkan segera menyampaikan informasi kepada pihak berwenang melalui saluran komunikasi yang tepat agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Kerja sama antara kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan kalangan pesantren juga diharapkan mampu memperkuat deteksi dini terhadap berbagai persoalan sosial. Melalui kemitraan yang berkelanjutan, kesadaran bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama dapat semakin tumbuh sehingga tercipta lingkungan yang tertib, harmonis, dan mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.
Pelaksanaan upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 tingkat Kecamatan Cilimus di Pondok Pesantren Terpadu Al Multazam 2 berakhir sekitar pukul 08.40 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik melalui partisipasi para peserta serta koordinasi antara unsur pemerintah, kepolisian, lembaga pendidikan, dan lingkungan pesantren. Kehadiran Polsek Cilimus bersama Forkopimcam tidak hanya menunjukkan dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan pendidikan karakter, tetapi juga menjadi wujud komitmen dalam mempererat hubungan kelembagaan serta membangun kedekatan dengan masyarakat. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, keagamaan, serta upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan komunikasi yang konsisten, koordinasi yang efektif, dan semangat saling mendukung, seluruh elemen masyarakat dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan sosial serta mewujudkan kehidupan yang aman dan damai di wilayah Kecamatan Cilimus dan Kabupaten Kuningan pada umumnya.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026, Polsek Cilimus berharap nilai perjuangan, pengabdian, dan keteladanan para ulama serta santri senantiasa menjadi inspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas keimanan, menumbuhkan nasionalisme, dan membangun kepedulian terhadap sesama. Sinergitas antara Polri, pemerintah, kalangan pesantren, lembaga pendidikan, dan masyarakat diharapkan tidak hanya terjalin pada momentum peringatan tertentu, tetapi juga terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kerja sama yang nyata dan berkesinambungan. Semangat toleransi, gotong royong, kedisiplinan, serta penghormatan terhadap perbedaan perlu menjadi landasan dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Dengan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen, upaya menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polsek Cilimus diharapkan dapat berjalan semakin optimal. Kebersamaan tersebut menjadi modal penting untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Kuningan yang aman, damai, harmonis, dan nyaman bagi seluruh masyarakat, sekaligus melahirkan generasi santri yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta siap berkontribusi bagi masa depan Indonesia.
Polri Presisi, Siap Mengayomi dan Melayani Masyarakat.
